SPPG Trimulyo Miliki Penyaringan Limbah, Tapi Rusak & Tak Berfungsi, Buangan Air Keruh Berbau Busuk

 

PESAWARAN, 7 Juni 2026 – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Trimulyo, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, menuai kekecewaan warga. Meskipun secara fisik terpasang fasilitas penyaringan limbah, sistem tersebut dinilai tidak berfungsi sama sekali. Akibatnya, limbah cair dari kegiatan operasional langsung mengalir ke saluran umum warga tanpa pengolahan layak, menimbulkan pencemaran dan bau tak sedap.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, setiap hari limbah yang dihasilkan dari aktivitas memasak, mencuci peralatan, dan sisa bahan makanan dibuang melalui saluran yang seharusnya disaring. Namun, fasilitas penyaringan yang ada kondisinya rusak, tersumbat, atau tidak dirawat sehingga tidak mampu menahan minyak, lemak, dan kotoran. Akibatnya, air limbah tetap mengalir keruh langsung menuju got dan aliran air lingkungan.

 

“Memang ada perangkat penyaringannya, tapi kondisinya sudah tidak berfungsi. Penuh sampah dan minyak, jadi air kotor tetap lolos begitu saja. Hasilnya, got kami penuh endapan, berbau busuk menyengat, dan sering kali mampet,” ungkap Virdian, Sekretaris WN 88, saat meninjau lokasi.

 

Warga menegaskan bahwa meskipun fasilitasnya tersedia, kondisi tersebut tetap melanggar standar pengelolaan lingkungan. Menurut ketentuan yang berlaku, keberadaan fasilitas saja tidak cukup, tetapi harus berfungsi dengan baik dan dirawat secara berkala agar limbah yang dibuang memenuhi baku mutu. Jika rusak atau tidak terawat, fungsinya menjadi sia-sia dan tetap menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

 

Selain menimbulkan bau yang mengganggu, aliran limbah yang tidak terolah ini dikhawatirkan mencemari sumber air bersih dan memicu timbulnya penyakit. “Kalau penyaringan berfungsi, tentu airnya akan lebih jernih dan tidak berbau. Tapi karena rusak dan dibiarkan, kami yang menanggung akibatnya: lingkungan kotor, nyamuk banyak, dan khawatir air tanah juga tercemar,” tambahnya.

 

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan instansi pembina program segera turun tangan. Mereka meminta agar pengelola SPPG memperbaiki, membersihkan, dan memastikan sistem penyaringan berjalan optimal. Jika tidak mampu, operasional sebaiknya dihentikan sementara hingga memenuhi syarat lingkungan.

 

“Kami mendukung program pemenuhan gizi, tapi tidak boleh mengorbankan kesehatan dan kenyamanan kami. Fasilitas sudah ada, tinggal diperbaiki dan dirawat dengan baik agar tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pengelola SPPG maupun pemerintah terkait kondisi fasilitas dan keluhan masyarakat tersebut.

 

 

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR